Showing posts with label Cerita Hidupku. Show all posts
Showing posts with label Cerita Hidupku. Show all posts

Cita - Citaku yang Memberi Inspirasi


Aku Seorang Dokter Spesialis

Semenjak kecil setiap ada yang bertanya apa cita – cita ku pasti aku jawab “jadi dokter” dengan lugu. Berawal dari kebiasaan kemudian menjadi suatu hal yang tertanam di kepalaku “jadi dokter”. SD, SMP, dan SMA aku lalui dengan pemikiran dan paradigma yang sama.
Lulus dari SMA aku dengan penuh percaya diri mengambil progam studi kedokteran di UNSOED. PMDK jalur yang pertama ku coba, tetapi hasil berkata lain. Aku tetap mencoba melalui jalur SPMB dengan motivasi “kedokteran pasti ditangan”, tetapi hasil yang sama kembali kuraih. Pantang menyerah aku kembali mengikuti tes masuk yang ketiga melalui jalur SNMPTN. Perasaanku amat kacau, dan aku sudah putus asa menunggu hasil SNMPTN. Hari pengumuman telah tiba, aku membuka web SNMPTN dan dengan cemas memasukkan namaku. Hasilnya, impianku selama ini tidak terwujud, tetapi satu hal yang membuat hatiku sedikit senang, pilihan keduaku diterima.

Cerita Inspirasi Seputar Pengalamanku

Hidup Itu Seperti Martabak Spesial


Namaku Gusti, saat ini umur 18 tahun, belum pernah punya pacar, hidup berjalan semulus jalan setapak menuju puncak gunung,  masih mencari perguruan tinggi yang mau menampung orang istimewa seperti guwe, tapi yang penting guwe kaya coy bukan kaya monyet loh.. Ini buktinya dari kecil setiap guwe minta sesuatu ama bokap atau nyokap selalu aja bokap nyokap ngomong kayak gini “ Papah sama Mamah lagi nggak ada uang kamu minta saja sama Bapamu yang di surga, kekayaannya melebihi semua yang ada di bumi”. Hehehe meski guwe dari keluarga pas – pasan, pas ada kebutuhan pas ada rezeki yang penting Bapa guwe yang di surga kaya dan tahu kebutuhan guwe.
Selepas dari itu semua guwe paling bingung kalau di tanya “ Mas, asli mana?”. Bokap asli Jogja nyokap asli Semarang tapi guwe ama my little brother lahir di Bali. Umur lima tahun pindah ke Jakarta mencicipi solar dan asap knalpot khas Ibukota. Umur enam tahun pindah ke Semarang mencicipi suasana dan udara asli pegunungan di Ambarawa. Umur sepuluh tahun pindah ke Solo mencicipi masakan, keramahan, keindahan dan kenyamanan hidup. Umur tujuh belas tahun pindah ke Purwokerto dengan kedewasaan yang terus bekembang.

 
Share My Life