Showing posts with label Kumpulan Praktikum. Show all posts
Showing posts with label Kumpulan Praktikum. Show all posts

Statistik Menggunakan SPSS

Sory, gag ada review tapi langsung download aja gan >>> banyak gambarnya pening XD

Sosiologi Pertanian


Sosiologi adalah penelaahan kehidupan manusia secara ilmah yang penelaahannya dipatkan pada kehidupan kelompok tersebut (Horton, 2005). Sedangkan menurut Soekanto (1986) dan Selo Soemardjan (1964) sosiologi adalah ilmu yang

Analisis Gulma


Berdasarkan habitatnya, gulma digolongkan menjadi dua yaitu gulma obligat dan fakultatif. Gulma obligat yaitu gulma yang hidup pada tempat yang sudah ada campur tangan manusia, seperti padadaerah pemukiman dan pertanian.Sebagai contoh, gulma babadotan (Ageratum

Usahatani "Identifikasi Faktor Produksi dan Analisis Usahatani"


Pada hakikatnya, usahatani adalah organisasi dari alam, kerja (tenaga kerja) dan modal untuk menghasilkan produk pertanian. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia

Akuntansi Dasar Menggunakan Progam MYOB


Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

Tataniaga Pertanian, Saluran Tataniaga, Marjin Tataniaga, dan Pemasaran

B.1.    Tataniaga Pertanian
Khol  dan  uhl  (2002)  mendefinisikan  tataniaga  sebagai  suatu  aktivitas bisnis yang didalamnya terdapat aliran barang dan  jasa dari titik produksi sampai ke  titik  konsumen. Produksi  adalah  penciptaan  kepuasan,  proses  membuat kegunaan  barang  dan  jasa. Kepuasan  dibentuk  dari  proses  produktif  yang diklasifikasikan  menjadi  kegunaan  bentuk,  tempat,  waktu  dan  kepemilikan.

Penyajian dan Interprestasi Cuaca, Rumus Empiris Dalam Perkiraan Unsur Cuaca dan Homogenitas Data Cuaca



PENYAJIAN dan INTERPRETASI DATA IKLIM / CUACA

A.    Tujuan
1.       Menganalisis data unsur iklim / cuaca.
2.       menyajikan dan menafsirkan data unsur iklim / cuaca.

B.    Dasar Teori
Suatu ketika seseorang akan mengumpulkan data, terlebih dahulu harus diketahui untuk apa data-data itu dikumpulkan ? Apakah data tersebut hanya sekedar mengetahui (memperoleh gambaran) mengenai suatu keadaan atau untuk memecahkan suatu persoalan. Tujuan mengumpulkan data selain untuk mengetahui jumlah dan banyaknya unsur, juga ingin mengetahui karakteristik daripada unsur tersebut.

Pengamatan Kelembatan Nisbi Pada Lahan Sawah, Tegalan, Kebun Rumput, dan Kebun Campur


A.      TUJUAN
1.      Mengetahui kelembapan nisbi udara di atas lahan sawah, tegalan, kebun rumput dan kebun campur.
2.      Mengetahui saat ( waktu ) kelembapan nisbi udar maksimum dan minimum di atas lahan sawah, tegalan dan kebun campur.

Pengamatan Suhu Tanah Pada Lahan Sawah, Tegalan, dan Kebun Campur


I.                   PENDAHULUAN
  
             A.  Latar Belakang 

Suhu pada tanah perlu diukur, karena suhu tanah ini sangat mempengaruhi mikroflora dan mikrofauna yang terkandung dalam tanah yang menguntungkan dan menyuburkan tanah setempat. Suhu tanah ini dipengaruhi oleh intensitas radiasi matahari. Intensitas radiasi matahari yang diterima oleh bumi dipengaruhi oleh ketinggian suatu tempat terhadap matahari dan tebal tipisnya lapisan ozon di atmosfer. Semakin dekat

Pengamatan Suhu Udara Pada Lahan Sawah, Tegalan dan Kebun Campur


A.    TUJUAN

1.      Mengetahui suhu udara di atas (ketinggian 1,2m dan 2m) lahan sawah, tegalan, dan kebun campur, setiap jam selama 3 hari;
2.      Mengetahui besarnya dan saat (waktu) suhu udara maksimum dan minimum di atas (ketinggian 1,2m dan 2m) lahan sawah, tegalan, dan kebun campur.

Pengenalan Alat Pengamatan Cuaca


A.    TUJUAN

1.      Melatih mahasiswa agar megetahui cara kerja perlatan ukur unsur iklim atau cuaca.
2.      melatih mahasiswa agar mengetahui cara pengamatan unsur iklim atau cuaca.
3.      Melatih mahasiswa agar mengetahui tata letak dan pemasangan peralatan ukur iklim atau cuaca.


Penetapan Kadar Air Tanah, Derajat Kerut Tanah, Pengamatan Tanah dengan Indera, Struktur Tanah, Konsistensi Tanah dan Pengenalan Profil Tanah


Langsung saja menuju link download dibawah DASTAN FULL coy!!












Bermanfaat? click like :D
Mau tau kelanjutannya? silahkan click link download di bawah ini


Anda akan dibawa menuju ke halaman iklan, setelah 5 detik pada bagian pojok kanan atas akan keluar pesan SKIP AD.
Setelah SKIP AD di click anda baru akan dibawa menuju ke halaman download.
Harap maklum, ini guna menunjang kelangsungan blog ini :D

Penetapan Kadar Air Tanah


I.                  PENETAPAN KADAR AIR TANAH

A.    Tujuan
Menetapkan kadar air contoh kering angin, kapasitas lapang, dan kadar air maksimum tanah dengan gravimetric ( perbandingan massa air dengan massa padatan tanah ) atau disebut berdasarkan % berat.

Profil Tanah



I.                  PROFIL TANAH

       A. Tujuan
Bertujuan untuk mengenal tanah, jenis tanah, ciri – ciri morfologi tanah, susunan tanah dan sifat – sifat tanah.

PENGENALAN LALAT DROSOPHILA ( PEMBEDAAN JANTAN DAN BETINA)



I.       PENDAHULUAN


a.       Latar Belakang

Banyak alasan yang dapat diberikan untuk dapat menerangkan mengapa lalat buah (Drosophila melanogaster) sering sekali dipakai dalam percobaan genetika, bahkan merupakan faktor penentu bagi perkembangan bidang genetika hingga kini. Penggunaan lalat Drosophila sebagai materi percobaan genetika yang sudah cukup lama ini mempunyai beberapa alasan, yaitu :
1.      Mudah didapat
2.      Pemeliharaan mudah dan murah
3.      Siklus hidup pendek
4.      Mudah dibedakan antara yang jantan dan betina
5.      Menghasilkan keturunan yang banyak dalam satu siklus hidup
6.      Memiliki banyak mutan
7.      Jumlah kromosom sedikit
8.      Memiliki kromosom raksasa
9.      Lalat Drosophila jantan tidak mengalami pindah silang
Pengenalan lalat Drosophila dilakukan dalam beberapa tahapan , yaitu  di antaranya tahapan perkembangan lalat Drosophila dalam satu siklus hidup, membedakan lalat Drosophila normal dengan beberapa mutannya, identifikasi kelamin dan teknik memperlakukan lalat Drosophila untuk suatu percobaan.

PENGAMATAN KROMOSOM ( PADA MITOSIS AKAR BAWANG MERAH)


 I.       PENDAHULUAN


A.     LATAR BELAKANG
Teori sel menyatakan bahwa setiap sel penyusun makhluk hidup berasal dari sel sebelumnya. Proses terjadinya sel baru dari sel induknya disebut dengan pembelahan sel, yang berdasarkan beberapa perbedaan pokoknya dikelompokkan menjadi mitosis dan meiosis.
Mitosis adalah peristiwa pembelahan sel yang terjadi pada sel-sel somatis (sangat aktif pada jaringan meristem) yang menghasilkan dua sel anak dengan komponen yang sama dan identik dengan komponen induknya.
Pada saat sel aktif membelah, kromosom akan relative mudah diamati dengan hanya memperlakukan sel-sel tersebut dengan metode fiksasi dan pewarnaan yang sederhana.

PENGHITUNGAN FREKUENSI ALELE, FREKUENSI GENOTIP, PENGUKURAN SIFAT-SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF



I.       PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Populasi Mendel terdiri dari satu kelompok individu yang berkembang biak secara seksual dan bersilang/ berpasangan secara acak. Populasi Mendel mewariskan alelnya dari satu generasi ke generasi berikutnya menurut hukum segregasi atau pemisahan dan pengelompokan bebas dari Mendel. Populasi dapat pula didefinisikan sebagai kumpulan individu yang membentuk suatu lungkang gen (gen pool).
Lungkang gen adalah total seluruh gen yang ada dalam gamet dari suatu populasi tertentu. Individu-individu dalam populasi dapat keluar dan masuk, tetapi gen-gennya tetap ada sepanjang waktu. Gen-gen diatur kembali dari generasi ke generasi karena pemisahan dan pengelompokkan bebas dan pindah silang antara kromosom homolog. Kadang-kadang gen-gen dapat berubah karena mutasi. Frekuensi alele dapat ditentukan berdasarkan jumlah genotip yang berada dalam populasi.

INTERAKSI GEN ( PENYIMPANGAN HUKUM MENDEL )


 

I.       PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Beberapa cara penurunan sifat tidak mengikuti hokum Mendel II dengan rasio klasik F2 = 9 : 3 : 3 : 1 . Akan tetapi kedua pasang gen ini akan mengadakan interaksi (kerjasama) yang menghasilkan fenotip baru., atau ada pula terjadi penutupan ekspresi oleh pasangan gen lain yang disebut epistasis. Ada beberapa macam epistasis yaitu :
a.       Epistasis dominan (perbandingan 12 : 3 : 1 ).
b.      Epistasis resesif (modifying gen) (perbandingan 9 : 3 : 4 ).
c.       Epistasis dominan resesif (inhibiting gen) (perbandingan 13 : 3 ).
d.      Epistasis dominan duplikat (polimeri) (perbandingan 15 : 1 ).
e.       Epistasis resesif duplikat (complementary factor) (perbandingan 9 : 7 ).
f.       Gen duplikat dengan efek komulatif (perbandingan 9 : 6 : 1 ).

PERSILANGAN MONOHIBRIDA & DIHIBRIDA (PEMBUKTIAN HUKUM MENDEL I DAN II)



I.       PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG
Persilangan monohibrida adalah persilangan sederhana yang hanya memperhatikan satu sifat atau tanda beda. Percobaan ini akan diujikan pada lalat Drosophila dengan maksud untuk membuktikan Hukum Mendel I. Pada kasus dominant penuh, keturunan yang didapat pada F2 akan menunjukkan perbandingan fenotip dominan dan resesif 3 : 1 atau perbandingan genotip 1 : 2 : 1. Analisa dengan uji X2 hanya dilakukan untuk perbandingan fenotipnya. Persilangan ini bersifat resiprokal, artinya penggunaan individu jantan dan betina dengan satu tanda beda tertentu dapat sesuka hati tanpa ada pengaruhnya dalam rasio fenotip generasi kedua (F2).

TEORI KEMUNGKINAN DAN PENGUJIAN RASIO GENETIK


I. PENDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG

Terbentuknya individu hasil perkawinan yang dapat dilihat dalam wujud fenotip, pada dasarnya hanya merupakan kemungkinan-kemungkinan pertemuan gamet jantan dan gamet betina. Keturunan hasil suatu perkawinan atau persilangan tidak dapat dipastikan begitu saja, melainkan hanya diduga berdasarkan peluang yang ada. Sehubungan dengan itu, peranan teori kemungkinan sangat penting dalam mempelajari genetika.
Evaluasi hipotesis genetic memerlukan suatu uji yang dapat mengubah deviasi-deviasi dari nilai-nilai yang diharapkan menjadi probabilitas dari ketidaksamaan demikian yang terjadi oleh peluang. Uji ini harus pula memperhatikan besarnya sampel dan jumlah peubah (derajat bebas). Uji ini dikenal sebagai uji X2 (Chi Square Test).

 
Share My Life