Profil Tanah



I.                  PROFIL TANAH

       A. Tujuan
Bertujuan untuk mengenal tanah, jenis tanah, ciri – ciri morfologi tanah, susunan tanah dan sifat – sifat tanah.


B.     Landasan Teori
Tiap jenis tanah dan tipe tanah memiliki ciri yang khas dipandang dari sifat – sifat fisis maupun kimianya. Pada teori ini tanah memiliki horizon – horizon sebagai akibat berlangsungnya evolusi genetis didalam tanah. Profil tanah ialah penampang vertical tanah dimulai dari permukaan tanah sampai lapisan bahan induk dibawah tanah. Solum tanah adalah penampang tanah dimulai dari horizon A hingga horizon B. terdapatnya horizon – horizon pada tanah – tanah yang memiliki perkembangan genetis menyugestikan bahwa beberapa proses tertentu umumnya terdapat dalam perkembangan pembentukan profil tanah (Nurhajati Hakim).
Umumnya hampir semua profil – profil tanah telah memiliki dua atau lebih horizon utama. Sifat – sifat horizon itu diterangkan seperti berikut :
v  Horizon – horizon organik tanah – tanah mineral:
1.      Terbentuk diatas tanah mineral.
2.      Didominasi oleh bahan organik yang segar atau sebagian telah dilapuki.
3.      Mengandung lebih dari 30% bahan organik jika fraksi mineral mengandung lebih dari 50% liat atau lebih dari 20% bahan organik jika fraksi mineral tidak mengandung liat.


v  Horizon – horizon mineral:
1.      Horizon – horizon dimana bahan organik dikumulasikan atau berbentuk dekat permukaan tanah.
2.      Horizon – horizon yang kehilangan liat, besi, atau alumunium dengan hasil resultannya berupa kuarsa atas mineral – mineral resisten yang lain.
3.      Horizon – horizon ini didominasi oleh (1) atau (2) diatas, tetapi dapat pula berupa transisi kehorison B atau C dibawahnya.

v  Horizon yang memiliki satu atau lebih sifat:
1.      Merupakan horizon illuvial, dalam mana terakumulasi liat silikat, besi, alumunium, atau humus secara sendiri – sendiri atau kombinasinya.
2.      Konsentrasi sisa dari sosquioksidasi atau liat – liat silikat yang terbentuk dengan keluarnya dari horizon ini garam – garam karbonat atau garam – garam terlarut lainnya.
3.      Mantel mineral – mineral sosquioksida telah cukup memberikan warna gelap, dibandingkan dengan warna horizon dibawah maupun diatasnya.
4.      Alterasi dari bahan – bahan asalnya yang berupa struktur batuan misalnya, sehingga akibat alterasi itu terbentuklah liat – liat silikat, pembebasan oksida – oksida atau keduanya.
Adakalanya terjadi penumpukan liat atau oksida besi pada horizon B. jika pada horizon B itu terdapat banyak partikel – partikel liet, maka yang disebut tanah menunjukkan liat illuvial. Tanah spodosol ( podsol ) umumnya memiliki horizon B yang menunjukkan horizon itu banyak mengandung besi. Jka humus dan besi bersama terakumulasi pada tanah spodosol disebut horizon B ( Hardjawigono, 2003 ).
C.    Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan adalah larutan H2O2, larutan HCl, akuades, buku Munsell Soil Color Chart, Koran, spidol, dan daftar isian profil.
            Alat yang digunakan adalah bor tanah, abney level, kompas, altimeter, PH saku, botol semprot, dan kertas label.

D.    Cara Kerja
1.      Tanah yang telah digali sebelumnya diamati, kemudian ambil tanah tersebut yang berbeda jarak horisonnya. Kemudian susun dan letakkan diatas Koran dari horizon atas hingga bawah.
2.      Satu persatu horizon tanah diamati menggunakan buku Munsell Soil Color Chart kemudian hasilnya dicatat hasilnya dalam daftar isian profil.
3.      Tanah dipotong sebagian / sedikit untuk melihat struktur tanah dan kemudian hasilnya dicatat.
4.      Tanah dipotong lagi sebagian / sedikit dan dipijit dalam keadaan basah yang telah diberikan air untuk menentukan konsistensinya kemudian hasilnya dicatat.
5.      Tanah dipotong lagi sebagian / sedikit kemudian  potongan tersebut dimasukkan kedalam botol semprot yang telah berisi akuades kemudian diamkan selama 15 menit, lalu PHnya diukur menggunakan PH saku. Hasilnya dicatat.
6.      Tanah dipotong lagi sebagian / sedikit kemudian ditetesi yang pertama menggunakan HCl dan diamati yang terjadi. Tanah dipotong lagi sebagian / sedikit lalu yan kedua ditetesi menggunakan larutan H2O2 dan diamati yang terjadi serta hasilnya dicatat.

REVIEW HANYA SAMPAI DI SINI, SILAHKAN DOWNLOAD UNTUK MELANJUTKAN

Bermanfaat? click like :D
Mau tau kelanjutannya? silahkan click link download di bawah ini


Anda akan dibawa menuju ke halaman iklan, setelah 5 detik pada bagian pojok kanan atas akan keluar pesan SKIP AD.
Setelah SKIP AD di click anda baru akan dibawa menuju ke halaman download.
Harap maklum, ini guna menunjang kelangsungan blog ini :D

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Share My Life